Antara Merah Putih dan Gajah Putih

@Dormitori

@Dormitori

Suatu hari ibu mendengar sebuah berita radio tentang pendaftaran kuliah di negri gajah putih. Mendengarnya ibu kelihatan sangat tertarik. Ibu mana yang tidak menginginkan anaknya bisa sukses dan bisa kuliah diluar negri. Subhanallah, karunia Allah, rupanya perkataan seorang ibu merupakan sebuah doa. Selang beberapa hari, ada berita bahwa 15 orang dari tiga program studi akan di berangkatakan ke thailand dalam waktu dekat yaitu dari program studi Teknologi Industri Pangan, program studi Peternakan, dan program studi Produksi Tanaman Hortikultura. Alhamdulillah, diantara kelima belas orang yang terpilih itu aku termasuk didalamnya sebagai delegasi dari program studi Teknologi Industri Pangan.

Beberapa kebutuhanpun sudah mulai dipersiapkan, mulai dari paspor yang merupakan salah satu syarat wajib ketika kita akan pergi ke luar negri, persiapan bahasa, persiapan kebutuhan yang digunakan selama kuliah dan kebutuhan lainnya yang sekiranya diperlukan selama hidup satu tahun dinegri orang. Sudah jadi berita umum kalau bahasa yang digunakan selama kegiatan akademik diluar negri haruslah bahasa internasional yaitu bahasa inggris. So, aku memperispkan bahasa inggris dalam waktu hanya dua bulan dan itupun sudah belajar secara maksimal meskipun hasilnya mungkin kurang memuaskan.
Waktupun semakin berjalan, tak terasa waktu yang dinanti telah tiba dengan segala persiapan yang sangat terbatas. Paspor sudah ditangan, segala perlengkapan sudah masuk koper dan tak lupa juga uang saku dari ayah yang sudah diperispkan jauh-jauh hari untuk putri tercintanya.

Tepat pada hari senin 27 Nopember 2008, dipagi buta ibu sudah mulai menata perlengkapan yang akan dibawa, mulai dari tas, koper, sepatu, dan juga pakaian. Tepat pukul 7.30 berangkat dari rumah, tetanggapun ikut senang melihat keberangkatanku, dalam wajah mereka terpancar sebuah doa dan harapan buatku sebagai remaja penerus bangsa. Perjalanan menuju kampus lumayan jauh dengan jarak tempuh sekitar 30 KM. Pukul 9.00 aku tiba dikampus, disana sudah terlihat banyak para orang tua yang sedang sibuk menunggu keberangkatan anaknya yang mau berangkat ke Thailand.

Pelepasan dari Bapak Direktur dimulai jam 9.30 wib, dengan serentetan susunan acara. Jam 10.00 wib kita diberangkatkan menggunakan bus Politeknik menuju stasiun Jember. Sebenarnya kereta tiba jam 12.00, untuk mengantisipasi kemungkinan yang tak terduga kita diberangkatkan lebih awal supaya tidak ketinggalan kereta, ternyata sesampai di stasiun kereta terlambat datang selama satu jam, dan akan tiba jam 13.00 wib.

Menikmati perjalanan panjang didalam kereta, masih banyak teman2 yang sedih karena harus jauh dari keluarga, jauh dari teman, bahkan jauh dari pacar(bagi mereka yang punya pacar). Namun, tak sedikit juga teman2 yang menghibur mereka dan melapangkan hatinya. Sehingga lambat laun suasana berubah menjadi ceria.

Di Stasiun Gubeng

Di Stasiun Gubeng

Tiba di stasiun gambir, tepat jam 07.00 wib hari selasa. Dan ternyata disana kita sudah ada yang menunggu, beliau adalah bapak dosen yang mengajar kami selama di Politeknik. Pak syaiful, beliau langsung mengajak kita menuju hotel, kitapun kaget, kenapa masih bermalam dihotel. Ternyata kata beliau visa kita belum jadi. Alhamdulillah, akhirnya bisa menikmati udara kota Jakarta yang notabene disebut dengan kota Metropolitan. Sambil menunggu keberangkatan esok hari, kita merasa sangat bahagia sekali.
Tepat pukul 10.00 wib, kita berangkat menuju bandara Soekarno Hatta. Ditengah hiruk pikuk ramainya calon penumpang, kita menikmatinya dengan perasaan senang, bahagia bahkan juga sedih. Sebab, sebentar lagi kita akan meninggalkan tanah air tumpah darah kita yaitu negri Indonesia tercinta.
Perjalanan Indonesia Thailand membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam dengan melalui perjalanan udara. Pukul 22.00 waktu Thailand 29 Nopember 2008 kita tiba di Penerbangan Internasional Suvarnabumi. Setelah tiba seseorang perempuan yang sangat berwibawa datang menjemput kita, beliau bernama Miss Maliya Gongsook, yang akan membimbing kita selama kita belajar di Rajamangala University of Thanyabury.

Hari pertama kita datang kekampus tidak langsung kuliah. Kita harus menyelesaikan administrsi terlebih dahulu dan itu telah diselesaikan oleh dosen yang mengantar kita. Mereka antara lain Bapak Nanang Dwi Wahyono selaku ketua LPIU, Bapak Bagus Putu Yudhia, Bapak Heri Waristo selaku ketua jurusan Teknologi Industri Pangan, Bapak Wahyu Widianto selaku ketua jurusan Peternakan dan Bapak Suwardi selaku ketua program study Produksi Tanaman Hortikultura.

Pada hari itu jugalah, aku dan teman2 juga harus memulai lembaran hidup baru, bagaimana cara kita beradaptasi dengan lingkungan yang sebelumnya kita kenal dan sangat berbeda jauh, bagaimana kita bergaul dengan orang-orangnya, bagaimana kita mengatur waktu antara waktu belajar, waktu bermain dan lain sebagainya. Hal paling berbeda yang dialami pada proses adaptasi yaitu penyesuain makanan. Thailand merupakan Negara yang mayoritas penduduknya adalah non muslim. Sehingga banyak makanan yang dalam islam diharamkan disini malah jadi menu makanan sehari-hari, dan hal itu yang sulit bwt aku dan temen2. Pertama dating ke restoran Thailand rasanya perut ini mual sekali, penen muntah juga, tapi Alhamdulillah masih bias ditahan. Aroma babi yang tidak mengenakkan yang menyebabkannya. Selain makanan yang terbuat dari babi, disini juga minuman keras dianggap seperti minuman2 biasa seperti halnya aqua kalo di Indonesia. Bnayak anjing berkeliaran, sampai temen2 kalau ada anjing bingung bukan kepalang, takut kalau2 dikejar. Tapi lama kelamaan sudah biasa dan tidak takut lagi. Itulah hal-hal yang membuat berbeda antara Indonesia dan Thailand. Kalau dari fisik penduduknya sih sama kayak Indonesia.

Ksepakatan antara POLIJE dan RMUTT

Ksepakatan antara POLIJE dan RMUTT

Hari kedua pergi kekampus adalah untuk perkenalan antara mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa Thailand beserta para dosen. Pada hari itulah kita semua memulai percakapan bahasa inggris bersama para mahasiswa dan juga dosen. Karena kita belum pernah tahu kemampuan bahasa inggris mahasiswa Thailand, kita merasa grogi banget, tapi ternyata setelah agak lama berkenalan, kemampuan bahasa inggris kita masih lebih baik dari mereka(gak sombong juga sih). So, rasa takut dan grogi mulai berkurang sedikit(ya……meski itu Cuma 25%,hehehehehe).

Foto bersama ATDIK Bangkok

Foto bersama ATDIK Bangkok

Hari ketiga agenda kita adalah pergi ke embassy untuk bertemu dengan atase pendidikan yang akan bertangung jawab Atase Pendidikan kita selama kita menempuh perjalanan kulaih di Thailand.
Perjalanan cukup melelahkan dari kampus menuju ke Embassy yang berada di daerah ibu kota Bangkok. Seluruh waktu kita gunakan untuk beristirahat di dalam bus. Tak jarang temen2 juga ada yang ngintip ke jalan luar untuk sekedar melihat-lihat. Dosen pembimbing kita kadang juga mengingatkan kalo kita nggak boleh tidur dengan kata-kata khasnya “Don’t Sleep” dan “Recognize”. Kalo sudah gitu teman2 pasti pada melek semua. Tapi tak selang beberapa menit ada yang terlelap lagi. Hehehe, dazar…..
Tak terasa akhirnya kita sampai juga di embassy yang sering juga disebut KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia). Disana kita langsung mendapat sambutan hangat dari bapak atase pendidikan Bapak Didik Sulistiyanto. Beliau juga berasal dari jember dan teman dari salah satu dosen kita. Disana kita juga dijamu dengan makanan khas Indonesia. Dan yang paling menyenangkan disana kita bias makan tempe, yang merupakan makanan hasil fermentasi asli buatan Indonesia.

Haripun mulai petang. Sudah waktunya kita pulang dan esok kita masih ada jadwal lagi. Sehingga kita harus segera pulang dan beristirahat supaya tidak terlalu lelah. Sesampai di dormitory kita nggak langsung istirahat. Perut sudah terasa laper lagi meskipun siang hari sudah makan di kantin embassy. Maklum, kepadatan kegiatan yang harus menguras tenaga begitu banyak sehingga gampang jadi laper lagi.
Karena masih baru di thai jadi masih bingung mau cari makan apa. Kedua orang teman cowok pergi ke pasar dekat dormitory. Mereka berdua bingung mau dibelikan apa teman2, Thailand dengan mayoritas penduduknya non muslim banyak ditemui makanan yang dilarang dalam islam. Akhirnya tanpa piker banyak, mereka berdua pergi ke warung yang menjual nasi. Mereka hanya membeli beberapa bungkus nasi tanpa lauk. Karena teman2 di dormitory masih punya sisa lauk yang dibawa dari Indonesia sebagai persiapan kalau2 nanti nggak ada lauk yang sama kayak di Indonesia, sebab masih belum terbiasa dengan makanan Thailand.

Kini kita merasakan nikmatnya makan bersama teman dalam suasana jauh dari orang tua. Kita makan Cuma pakai mie instan sama bumbu pecel yang dibawa beberapa teman termasuk aku. Nikmat rasanya meski cuman makan dengan menu sederhana. Subhanallah………

Esok hari entah hari apa dan tanggal berapa aku lupa kita akan pindah tempat tinggal yang letaknya lebih dekat dengan fakultas kita. Kita akan tinggal di sebuah apartemen yang kata orang sini paling mahal dan paling mahal diantara beberapa apartemen disekitarnya. Apartemen itu namanya Aekapak apartemen yang mempunyai alamat 300/252 moo 13 Khukot Lumlookga Pathumthani 12130 Phone :02-992-1501-0 call 522. Kebetulan kita menempati lantai lima dan kita menyewa enam kamar, tiga untuk kamar cewek dan tiga untuk kamar cowok. Kamar cewek bernomor 502 ditempati tiga orang cewek dari program studi Teknologi Industri Pangan mereka yaitu Khusnul Khotimah, Nuning Oktaviani dan saya sendiri. Kamar 507 dari program studi Produksi Ternak, Deni Yannuarista dan Khilmatul Hidayah. Dan untuk kamar bernomor 511 ditempati dua cewek centil dari program studi Produksi Tanaman Hortikultura, mereka adalah Ida Purwanti dan Anita Nurmaulidiyah. Untuk kamar cowok juga terdapat tiga kamar dengan urutan 519, 520, dan 522. Kamar 519 dan 522 ditempati 3 orang dari program studi yang berbeda dan kamar 520 ditempati dua orang saja.
Kegiatan sudah berlangsung seperti biasa. Teman-teman dari program studi peternakan dan program studi Produksi Tanaman Hortikultura sudah mulai kuliah. Sedangkan untuk program studiku masih mulai minggu depan, sebab kata salah satu dosenku masih menyiapkan bahasa inggris pengajarnya. Ya kita harap nanti dosen yang member kuliah mudah dimengerti bahas inggrisnya.
Sampai akhirnya dapat 3 bulan kuliah, sudah memasuki waktu2 ujian tengah semester(Mid Term Exam). Teman-teman sudah mulai sibuk mempersiapkan bahan yang akan dipelajari selama ujian. Waktu ujian tidak tentu, tergantung dosen yang akan member ujian. Karena tiap-tiap dosen mempunyai kesibukan yang tidak sama, dan lagi dosen yang ngajar mahasiswa Indonesia sebagian besar dari bagian akademik. Sehingga jelas kalau kegiatan jadwal mereka sangat padat. Dan tentunya kita harus mengikuti apa kata dosen.

Kini sudah memasuki bulan pebruari, setelah ujian tengah semester terlewati kini ujian semester sudah di depan mata. Yang pasti ujian semester lebih menegangkan dan harus bias mendapat nilai lebih disbanding ujian tengah semester. Karena point untuk ujian tengah semester hanya 30% dan untuk ujian akhir adalah 50%.

Teman-teman sudah mulai mempersiapkan semua yang dibutuhkan ketika ujian. Bahan kuliah yang akan diujikan adalah hal penting yang harus diutamakan, selain itu juga harus mengatur kesiapan fisik dan kesiapan mental dalam menghadapi ujian. Karena tidak jarang teman-teman kita, meskipun dia faham benar suatu materi, tapi kalo fisik dan mentalnya belum siap maka semua akan sia-sia, seperti misalnya pada saat ujian kita sakit. Oleh karena itu, berbagai cara digunakan untuk tetap menjaga agar tubuh tetap fit, seperti istirahat cukup, kebutuhan nutrisi cukup dan juga kekuatan doa tidak boleh dilupakan. Segala sesuatu Allah yang mengatur, sehingga setelah semua ikhtiar kita kerjakan, hal terakhir adal kita tawakkal dengan menyerahkan semua hasilnya pada Allah. Dan satu keyakinanku yaitu hasil pasti akan sebanding dengan apa yang kita usahakan. Kalau prosesnya maksimal, insya allah hasil juga akan maksimal.

Diantara usaha-usaha diatas, tak lupa aku juga mendekatkan diri pada Allah. Meaksanakan solat malam secara istiqomah akan mengangkat derajat seseorang ketingkat kemuliaan seperti yang dijanjikan Allah didalam kitab suci Al-Quran. Solat dhuha juga tak lupa aku tegakkan dan puasa senin kamis secara istiqomah.

Akhirnya ujian akhir semester terlewati juga. Meskipun belum tahu hasilnya aku bias lebih bernafas lega karena satu batu loncatan untuk memasuki semester berikutnya sudah terlalui. Beberapa mata kuliah sudah bias kita lihat hasilnya. Mata kuliah pertama yang kita ketahui hasilnya adalah mata kuliah quality control. Tepat disaat menjelang ujian bakery technology hasilnya dibagi dalam bentuk lembaran yang ditutup rapat. Masing-masing dari kita mendapat satu lembar hasil ujian. Dengan hati yang agak berdegub, aku membuka hasil ujianku sekaligus nilai jadinya. Alhamdulillah, meskipun tidak terlalu memuaskan hasilnya tapi masih bias diandalkan, sebab aku mendapat nilai B+. Kelima teman yang lain aku masih belum tahu hasilnya. Setelah pulang ujian kita saling bertukar hasil ujian. Ada seorang teman cowok dapat nilai A, sedangkan untuk dua cewek yang lain dapat nilai B juga. Alhamdulillah, harus disyukuri apapun hasilnya. Karena allah pasti tahu apa yang terbaik buat kita. Bisa jadi Allah tidak memberiku nilai A karena takut kalau dapat nilai A malah akan jadi sombong. Semua pasti aka nada hikmhnya. Semoga saja ilmu yang saya dapatkan barokah dan manfaat.

Krung Thep, 28 July 2009

2 Comments

Filed under Ada cerita disini, Catcilku, Iseng

2 responses to “Antara Merah Putih dan Gajah Putih

  1. izar

    berawal dari film Thailand, sedikit mencoba belajar bahasa Thailand saya menemukan blog ini. Sebuah bacaan menarik, kisah anak negeri yang mencoba jauh mencari ilmu di negeri orang. Bangga, iri, dan bersyukurlah kamu Rz_Q (nama mu Rizqi? -maaf kalau salah).

    oneday, saya berharap juga bisa ke sana, Thailand, sebuah negara unik dan klasik, tak kalah dari Indonesia (tetap Indonesia yang terbaik). meski bukan untuk belajar, mungkin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s